Pusat Studi Bencana

Pusat Studi Bencana (PSB) adalah salah satu pusat studi yang berada dalam naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Riau di Pekanbaru. Pusat ini didirikan pada tahun 2014 oleh sejumlah dosen di lingkungan Universitas Riau, yang pada waktu itu merasa sangat prihatin dengan peristiwa “bencana kabut- asap” yang sudah melanda Pekanbaru dan Riau secara umum selama hampir 18 tahun setiap tahunnya.

Mereka berpikir bahwa ada yang secara fundamental harus dirubah agar bencana yang sering diasosiasikan dengan kebakaran atau pembakaran biomassa tumbuhan dalam proses penyiapan lahan perkebunan atau kebun ini dapat dihentikan. Untuk itu, akademisi Universitas Riau harus ikut memikirkan jalan keluarnya. Demikianlah, akhirnya gagasan untuk mengkaji secara lebih serius kebencanaan, khususnya yang berkaitan dengan “karlahut” (kebakaran lahan dan hutan) yang berupa kabut-asap atau “haze”, mengkristal menjadi sebuah pusat studi.

Pada awalnya, yaitu 2014-2016, PSB diketuai oleh Dr. Haris Gunawan, seorang ahli ekologi gambut lulusan Universitas Kyoto, Jepang, yang juga merupakan salah satu pendiri pusat studi ini. Sejak tahun 2017 lalu hingga saat ini, jabatan ini diserahkan kepada Dr. Adhy Prayitno. Sejak bulan Maret 2016, Dr. Haris Gunawan kebetulan diangkat sebagai salah satu deputi Badan Restorasi Gambut (BRG), yaitu Deputi IV yang berwenang dan bertanggungjawab dalam bidang penelitian dan pengembangan restorasi gambut.

Sejak pendiriannya, PSB berupaya menunjukkan kepedulian terhadap penanggulangan maupun pencegahan bencana “karlahut” dan kabut-asap, baik melalui kajian maupun melalui aksi-aksi secara langsung di tengah masyarakat. Dalam hal ini, PSB banyak bekerjasama dengan berbagai pihak, yaitu baik lembaga ataupun organisasi pada tingkat daerah maupun pada tingkat nasional dan internasional.

Wilayah-wilayah yang menjadi perhatian PSB selama ini tersebar diberbagai penjuru Provinsi Riau, tetapi yang paling utama adalah Kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana di Kabupaten Bengkalis, Kecamatan Tebing Tinggi Timur di Kabupaten Kepulauan Meranti, Kecamatan Dayun dan Sungai Apit di Kabupaten Siak, serta Kecamatan Mandau di Kabupaten Pelalawan. Sedangkan bidang-bidang penelitian PSB, sementara ini lebih banyak difokuskan kepada masalah-masalah seputar restorasi gambut, yang berkaitan dengan upaya R1 (“rewetting”), R2 (“revegetation”), dan R3 (“revitalization of livelihoods”).

Create your website at WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: