“Rewetting” atau Pembasahan Kembali

Masalah utama yag ditimbulkan oleh pembuangan air gambut, apalagi disertai dengan penghilangan tutupan vegetasi hutan yang berupa pepohonan rapat, menyebabkan gambut kehilangan air dari dua arah. Ke arah samping air mengalir kedalam kanal-kanal atau parit-parit, ke atas air menguap. Akibatnya, gambut secara cepat maupun lambat akan berangsur mengering. Pada titik tertentu, pengeringan ini membuat sifat khas gambut berubah, yaitu yang biasanya suka menyerap dan menyimpan air (“hidrofilik”) menjadi tidak lagi menyerap air (“hidrofobik”). Biasanya, lapisan gambut di permukaan yang sering terkena sinar matahari secara langsung akan mengalami perubahan ini.

Rewetting” atau pembasahan kembali merupakan sebuah strategi untuk mencegah agar titik tersebut tidak tercapai. Sifat gambut yang “hidrofilik” harus tetap dipertahankan dengan cara memperpanjang penahanan air dalam gambut dan mengurangi laju pembuangannya melalaui kanal-kanal. Hal ini secara sederhana dapat dilakukan dengan menyekat atau menabat kanal. Tetapi, hasil penelitian PSB membuktikan kalau kanal tidak bisa sembarang disekat, karena banyak faktor yang harus diperhitungkan. Salah satunya adalah disain sekat kanalnya.

Dr. Sigit Sutikno bersama timnya sejak tahun 2016 lalu meneliti secara intensif disain sekat kanal yang paling sesuai untuk diterapkan dimana-mana, yaitu yang memenuhi prinsip ini: efektif (fungsional), murah, mudah dibuat, tahan lama. Salah satu persoalan yang dihadapi oleh pak Sigit adalah terbatasnya ketersediaan bahan konstruksi sekat yang berupa kayu. (am/psb/2018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s