Kepungan Sialang

Kepungan sialang merupakan sebuah sistem keanekaragaman hayati yang sangat unik, yang terdapat di Riau. Sistem ini berupa sebuah atau beberapa pohon yang sangat besar (35-45 m) dan tua yang digunakan sebagai “istana lebah,” yaitu tempat lebah besar (Apis dorsata) membangun sarang. Pohon ini lazim dikepungi pepohonan lain yang berukuran lebih kecil. Menurut catatan kami, jumlah sarang lebah yang ada pada satu pohon bisa mencapai lebih dari 100 sarang lebah.

Lebah sialang dikenal sangat ganas dan hingga saat ini belum bisa diternakkan, merupakan produsen madu alam yang menjadi sumber penghidupan penting sebagian masyarakat pedesaan di sebagian wilayah provinsi ini. Kepungan sialang yang terawat dengan baik biasanya produktif, dengan produksi madu yang bisa mencapai 1000-1200 kg/pohon/2 bulan. Oleh karenanya, kepungan sialang bukan hanya merupakan sebuah sistem ekologis, melainkan juga sebuah sistem budaya, yang dibentuk oleh interaksi selama entah berapa generasi antara manusia dan potensi alam lokal.

Di sempadan aliran Sungai Rawa terdapat beberapa kepungan sialang. Salah satunya, berada tak begitu jauh dari pemukiman, yaitu sekitar 20 menit perjalanan perahu ke arah hulu. Dalam kepungan ini terdapat empat pohon sialang, yang terdiri dari tiga pohon pulai dan satu pohon ara. Selama bertahun-tahun kepungan ini menjadi sumber madu alam yang sangat penting dan oleh karenanya keberadaannya sangat perlu untuk dipertahankan (am/psb/2018).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s